Fitur NFC di Smartphone : Ini Dia 5 Fakta Menariknya!

NFC

Hai BroTech! Kalian pasti sudah tidak asing kalau mendengar yang namanya NFC di smartphone kalian kan? Nah fitur ini memang mulai banyak tersemat di beberapa ponsel, khususnya ponsel di kelas mid-range dan flagship. Jadi tidak heran kalau sebagian besar masyarakat sudah mendengar istilah ini. Tapi kira-kira apa sih definisinya?

Nah untuk tau lebih jauh tentang NFC ini yuk kita bahas bersama 5 fakta menariknya!

Definisi NFC

NFC

NFC merupakan singkatan dari “Near Field Communication” atau bisa juga diartikan sebagai komunikasi medan dekat. Fitur NFC membutuhkan dua perangkat yang masing-masing kompatibel, satu bertindak sebagai transmitter dan satu penangkap sinyal.

Ada dua jenis perangkat yang kompatibel dengan fitur ini, yakni perangkat pasif dan aktif. Perangkat pasif misalnya kartu uang elektronik atau perangkat transmitter kecil lainnya yang hanya bisa mengirim informasi ke perangkat lain tanpa membutuhkan daya.

Perangkat jenis ini tidak perlu mengolah informasi yang diterima dari perangkat lain. Mereka juga bersifat dependen alias membutuhkan perangkat aktif untuk bisa terhubung. Sementara perangkat NFC aktif bisa mengirim maupun menerima data. Contoh paling umum adalah smartphone yang telah dilengkapi fitur ini.

Ada pula pembaca kartu yang tersedia di transportasi umum atau mesin pembayaran digital. Selain melakukan pembayaran lewat terminal Samsung Pay atau Apple Pay tadi, smartphone yang dilengkapi NFC pun bisa digunakan untuk membaca saldo tersisa sekaligus mengisi ulang kartu uang elektronik, cukup dengan menempelkan kartu ke punggung ponsel. Kegunaan lain dari fitur ini termasuk menghubungkan perangkat lain ke smartphone dengan mudah, misalnya kamera digital. Dengan fitur ini, ponsel juga bisa dipakai sebagai “tiket” untuk sarana transportasi umum atau masuk ke venue acara.

Cara Kerja

NFC cukup mirip dengan bluetooth atau WiFi yang bertumpu pada gelombang radio untuk mengirimkan informasi. Pada fitur ini, teknologi yang digunakan adalah Radio-frequency identification (RFID) jenis lama yang menggunakan induksi elektromagnetik untuk mengirim informasi. Fitur ini bisa digunakan untuk menginduksi arus elektrik di komponen pasif untuk hanya mengirim data.

Komponen pasif tersebut tidak harus memiliki daya, mereka bisa mengandalkan medan elektromagnetik yang diproduksi komponen aktif NFC ketika dua komponen saling didekatkan. Hal ini menjadi pembeda antara NFC dan bluetooth.

Teknologi NFC tidak bisa mengisi daya antar perangkat. Meski demikian, teknologi power sharing atau berbagai daya dengan menempelkan dua perangkat, menggunakan basis prinsip teknologi yang serupa dengan fitur ini.

Frekuensi yang bekerja saat mentransmisikan data melalui fitur ini sebesar 13,56 megahertz. Itu artinya, data bisa ditransfer dengan kecepatan mulai dari 106, 212, hingga 424 kilobit per detik. Tergolong cukup cepat dalam urusan transfer data antar perangkat.

Mode NFC

Standar NFC saat ini memiliki tiga mode operasi berbeda. Tapi, kemungkinan yang paling banyak digunakan adalah mode peer-to-peer. Mode ini memungkinkan dua perangkat dengan fitur ini bisa saling menukar beragam informasi satu sama lain.

Dengan mode ini, kedua perangkat bisa berganti status, dari aktif saat mengirimkan data, menjadi pasif saat menerima data. Kemudian ada mode read/write (baca/tulis). Singkatnya, mode ini hanya bisa mentransmisi data satu arah.

Misalnya, smartphone, yang biasanya bertindak sebagai komponen aktif, terhubung dengan perangkat lain untuk membaca informasi dari kartu uang elektronik atau komponen pasif lainnya. Mode terakhir adalah card emulation.

Mode ini umum digunakan dalam pembayaran digital, karena fitur inibertindak sebagai kartu kredit untuk melakukan pembayaran dengan lebih mudah. Di beberapa negara, mode ini juga digunakan untuk sistem transportasi publik dengan cara tap ponsel ke mesin pembaca kartu.

Pentingkah NFC?

NFC

Masih banyak orang yang asing dengan fitur ini. Sebab, fungsinya masih bisa digantikan dengan bluetooth yang lebih dulu hadir. Namun, ada beberapa keunggulan yang dimiliki fitur ini ketimbang bluetooth. Salah satunya ada di sisi konsumsi daya. NFC mengkonumsi lebih sedikit daya dibanding bluetooth. Meski dari segi kecepatan, bluetooth masih juara.

Kecepatan maksimal transfer data yang bisa dilakukan fitur ini adalah 424 kilobit per detik. Sementara bluetooth 2.1 – versi bluetooth yang agak lawas – bisa mencapai 2.1 Mbit per detik. Selain itu, fitur ini membutuhkan jarak fisik yang sangat dekat dibanding bluetooth. Jarak tak boleh lebih dari 10 cm untuk menghubungkan dua perangkat NFC. Namun, fitur ini punya keunggulan lain yang cukup signifikan, yakni kecepatan koneksi.

NFC hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 detik untuk menghubungkan dua perangkat. Ini menjadi salah satu kelebihan teknologi fitur ini dibanding dengan bluetooth versi paling modern sekalipun. Sayangnya, adopsi fitur ini agak terhambat karena tak semua ponsel menghadirkan fitur ini. Smartphone kelas menengah-bawah yang beredar di pasaran Indonesia, misalnya, sebagian besar tidak memiliki fitur ini.

Baca Juga: Sering Mendengar Internet of Things (IoT)? Yuk Cari Tau Lebih Dalam Pengertian dan Manfaatnya! 

Nah itu dia fakta menarik dari fitur NFC di Smartphone nih BroTech! Gimana kalian sudah paham dong?

Bagi BroTech yang tertarik dengan dengan dunia teknologi lainnya bisa dipelajari lagi ilmu nya lebih dalam ya dan ikuti sosial media instagram kami @solit.official untuk tau informasi menarik lainnya!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *