Wow! Yakin ChatGPT Mengetahui Segalanya? Simak Kekurangannya

ChatGPT

Hallo BroTech sebagai sebuah model bahasa besar yang dilatih oleh OpenAI, ChatGPT memiliki pengetahuan yang luas dan kemampuan untuk menghasilkan teks yang informatif. Namun, apakah AI ini benar-benar tahu segalanya? Jawabannya adalah tidak.

Meskipun ChatGPT memiliki akses ke berbagai informasi yang terdapat dalam data pelatihan, namun ada batasan-batasan dalam pengetahuannya. Pertama, Platform ini tidak memiliki pengetahuan baru yang diperoleh setelah tanggal pemotongan pengetahuan (knowledge cutoff). Knowledge cutoff saat ini adalah tahun 2021, artinya tidak memiliki akses ke informasi yang diperbarui setelah itu. Oleh karena itu, dalam hal informasi terbaru, Platform ini mungkin tidak sepenuhnya up-to-date.

Kedua, ChatGPT adalah sebuah model bahasa dan tidak memiliki kemampuan pemahaman seperti manusia. Meskipun dapat menghasilkan teks yang terstruktur dan bermakna, namun tidak memiliki pemahaman seperti manusia dalam hal konteks, logika, atau pemikiran kritis. AI ini hanya menghasilkan teks berdasarkan pola-pola yang ada dalam data pelatihan, dan tidak memiliki pemahaman emosional atau pengalaman pribadi.

Selain itu, ChatGPT juga dapat menghasilkan jawaban yang salah atau tidak akurat. Terkadang, dapat menghasilkan teks yang terdengar meyakinkan namun tidak sepenuhnya benar. Karena keterbatasan dalam pengetahuan dan pemahaman, Platform AI ini dapat menghasilkan informasi yang tidak sepenuhnya akurat atau dapat diperdebatkan.

Dalam kesimpulannya, meskipun ChatGPT adalah model bahasa yang canggih, namun tidak bisa diandalkan sepenuhnya dan tidak tahu segalanya. Ia memiliki batasan dalam pengetahuan, pemahaman, dan akurasi. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan verifikasi dan validasi informasi yang diberikan oleh Platform ini dengan sumber-sumber terpercaya lainnya. Tetap waspada dalam menggunakan penilaian kritis tetap diperlukan saat berinteraksi dengan AI ini atau teknologi lainnya.

Sebagai contoh pertanyaan yang di jawab oleh ChatGPT :

Pertanyaan : 27,0 mL NaOH 0,310 M dititrasi dengan H2SO4 0,740 M . Berapa volume H2SO4 yang digunakan untuk mencapai titik akhir titrasi?

Jawaban :

Untuk menyelesaikan masalah ini, kita perlu menggunakan persamaan dasar stoikiometri yaitu:

n (NaOH) = n (H2SO4)

dengan n adalah jumlah mol senyawa yang diukur. Jadi, kita dapat menggunakan persamaan di atas untuk menghitung jumlah mol H2SO4 yang dibutuhkan untuk menetralkan NaOH. Setelah itu, kita dapat menggunakan konsentrasi H2SO4 untuk menghitung volume H2SO4 yang digunakan.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1.   Hitung jumlah mol NaOH yang digunakan dalam titrasi:

n(NaOH) = M(NaOH) x V(NaOH)

= 0,310 mol/L x 0,0270 L

= 0,00837 mol

  1.   Karena n (NaOH) = n (H2SO4), jumlah mol H2SO4 yang dibutuhkan juga 0,00837 mol.
  1.   Hitung volume H2SO4 yang dibutuhkan menggunakan persamaan:

n(H2SO4) = M(H2SO4) x V(H2SO4)

V(H2SO4) = n(H2SO4) / M(H2SO4)

= 0,00837 mol / 0,740 mol/L

= 0,0113 L

= 11,3 mL

Jadi, volume H2SO4 yang dibutuhkan untuk menetralkan 27,0 mL NaOH 0,310 M adalah 11,3 mL H2SO4 0,740 M.

Kelemahan ChatGPT dari OpenAI.

Sumber : https://chat.openai.com/chat

1. Masih biasa

ChatGPT dilatih pada data internet, yang mungkin memiliki bias dan informasi yang tidak akurat. Ini dapat mempengaruhi tanggapan yang diberikan oleh model dan menyebabkan kesalahan. Oleh karena itu, terkadang masih memunculkan beberapa bug dan error dalam menjawab perintah pengguna.

2. Kurang memahami konteks.

Meskipun ChatGPT memiliki kemampuan yang baik untuk memahami bahasa natural, dalam beberapa kasus, platform ini masih kurang memahami konteks dari pertanyaan atau percakapan. Kembali lagi, yang pengguna ajak interaksi adalah sebuah sistem robotik, bukan manusia.

3. Belum bisa membedakan fakta dan opini.

Karena ChatGPT dilatih pada data internet, dalam beberapa kasus, platform ini tidak mampu membedakan antara fakta dan opini. Jadi bagi pengguna jangan sampai memakan informasi dari AI ini mentah-mentah, ya.

4. Memerlukan jaringan internet.

ChatGPT tentu membutuhkan jaringan internet untuk dapat mengaksesnya. Oleh karena itu, dibutuhkan internet stabil, agar dapat bekerja secara maksimal. Apabila pengguna hanya tersambung dengan internet buruk, maka platform AI ini banyak menampilkan bug dan hanya membuat pengguna capek.

5. Tidak dapat memahami kata abstrak.

Dalam beberapa kasus, mungkin kurang memahami makna abstrak dari suatu pertanyaan atau percakapan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dari data base yang dimiliki oleh ChatGPT. Karena ini hanyalah sebuah sistem kecerdasan buatan, platform hanya akan menjawab sesuai apa yang diketahuinya atau diinputkan saja.

Itulah beberapa kelebihan dan kelemahan dari ChatGPT dari OpenAI. Penelusuran terakhir yang dilakukan dari techno.id, tahap awal hanya mampu menjangkau informasi dalam kurun waktu hingga 2021 saja. Tentu perlu ada pengembangan lebih lanjut agar platform AI ini tetap dapat update seperti Google.

Selain itu, ChatGPT masih terasa kaku untuk beberapa kata kunci. Akibatnya pengguna masih kurang nyaman dengan jawaban dari ChatGPT. Secara keseluruhan ChatGPT dari OpenAI merupakan inovasi yang mudah digunakan namun masih kurang update untuk pemakaian datanya.

Baca juga : Wow! Apa itu ChatGPT? Pengertian Fungsi Dan Caranya

Nah itulah penjelasan singkat seputar Kekurangan pada ChatGPT. Nantikan artikel menarik lainnya dan jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kalian Terimakasih…

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *